Senin, 12 Januari 2009

labtob taun 2030 kayag begimana yax??

bro!!
nui referensi labtob taun 2007-2009


  • Apple Janjikan Laptop Baru di Pameran MacWorld


Rumor yang beredar menyebut rencana Apple untuk memperkenalkan sedikitnya tiga unit MacBook baru di bulan depan ternyata menjadi kenyataan. Namun bukan tiga unit, secara resmi Apple memastikan akan memperkenalkan sebuah laptop MacBook jenis baru pada pameran MacWorld bulan Januari 2008. Laptop tersebut juga dipastikan siap edar di pasaran seminggu setelah pameran usai.

Seperti apa bentuk dan desain luar notebook baru tersebut, ternyata Apple enggan untuk membuka tabirnya meski sedikit saja. Steve Jobs dan krew Cupertino-nya yang mempersiapkan notebook tersebut memilih diam seribu bahasa alias tutup mulut. Yah, kita harus sabar dalam beberapa hari lagi toh notebook anyar berlogo buah apel tersebut pasti nongol.

Sangat mungkin jika di bulan Januari 2008 unit ultra-portable MacBook akan meluncur duluan. Prediksi ini bukan tanpa alasan, karena bisa jadi Apple akan bertarung dengan rivalnya, Asus Eee PC.


  • Eee PC 701 - Laptop Asus 4G


Asus Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa untuk tahap awal hanya akan menjual Eee PC tipe 701 yang juga disebut Asus 4G dengan warna putih yang dilengkapi media penyimpan berkapasitas 4 gigabyte. Tipe ini sebenarnya tersedia dalam 5 warna, selain putih ada hitam, merah muda, hijau, dan biru.

Saat ini, tipe 701 merupakan produk Eee PC dengan spesifikasi tertinggi. Dalam panduan produknya yang dirilis November 2007, Asus menyiapkan 4 portofolio Eee PC, yakni seri 701, 700-CW, 700-W, dan 700.

Menurut Asus, Eee PC merupakan lini produk baru laptop buatannya dengan ukuran mungil yang ditujukan untuk pasar anak-anak, ibu-ibu dan wanita muda namun kenyataannya produk ini juga menarik perhatian semua kalangan termasuk kaum adam.

Spesifikasi Eee PC 701:

Komponen

Dimensi: 225×160×20-32 milimeter
Layar: 7 inci WXGA (800 x 480 piksel) TFT
Prosesor: Intel Mobile CPU (Celeron Mobile 900 MHz)
Chipset: Intel Mobile chipset
Memori: DDR2 512 MB
Grafik: Intel UMA
Media penyimpan: solid state disc 4 GB
Audio: HD audio built in stereo speaker
Koneksi: WiFi 801.11 b/g
Kamera web: 0,3 megapiksel
Card reader: MMC/SD (SDHC)
Interface: 3x USB 2.0, VGA out, Head out, Mic In, modem 56 K (optional), LAn card 10/100 Mbpas.
Sumber energi: output 9,5 V, 22 W; Input 100-240 V, 50/60 Hz
Baterai: 4 sel waktu kerja 3,5 jam

Software

Driver komponen untuk Windows XP (Eee PC mendukung Windows XP)
40 aplikasi open source (pengolah kata, tabel, presentasi, video, audio, gambar, internet, pendidikan, dan hiburan).


  • Intel Classmate PC, Bisa Wujudkan Kelas Virtual

Fitur Unik Intel Classmate PC
Intel Inside. Gaung tagline milik Intel itu terdengar di mana-mana sejak awal 90-an. Mikroprosesor buatannya seperti menjadi komponen wajib dalam setiap komp
uter. Namun, Intel tidak ingin hanya berada “di dalam”. Perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, tersebut mencoba melebarkan sayap dengan Intel Classmate PC.

Generasi laptop low-cost ini mempunyai target user anak-anak yang berdomisili di negara berkembang. Terutama, yang berusia 5-14 tahun. Desainnya mini, ringan, dan kompak. Berukuran 24,5 cm x 19,6 cm x 4,4 cm dengan berat 1,43 kg. Berwarna dasar putih dengan ukuran layar 7 inci.

Sisi luar bodi laptop dilengkapi cover berkancing warna biru yang bisa dilepas. Cover itu dilengkapi handle yang posisinya berada di sisi luar engsel laptop. Jika laptop dalam keadaan tertutup dan penutupnya dikancingkan, Classmate PC terlihat seperti tas yang mudah dibawa. Praktis!

Sebagai produk Intel, kapabilitas internal yang ditanamkan dalam Classmate PC cukup mumpuni. Prosesor didukung dengan Intel® Mobile Processor ULV 900 MHz, Zero L2 cache, 400 MHz FSB. Juga, kapasitas RAM DDR-II 256M SO-DIMM dan memori 1GB/2GB NAND Flash.

Koneksi dengan internet serta perangkat lain menggunakan Wi-Fi dan LAN. Untuk OS, ada tiga pilihan. Yakni, Windows XP, Mandriva Discovery 2007, dan Metasys Classmate 2.0. Penggunaannya bergantung kebutuhan negara di mana Classmate PC beredar.

Sesuai dengan namanya, Classmate PC memang diposisikan sebagai teman di kelas. Fitur di dalamnya bertujuan mempermudah aktivitas belajar mengajar. Terutama jika digunakan di kelas yang memang sudah IT-based dan ber-hotspot Wi-Fi.

Intel menyertakan sebuah software eLearning yang bisa diinstal dan dioperasikan melalui laptop milik guru. Dengan software tersebut, sejumlah Classmate PC dan laptop guru yang terkoneksi dengan LAN atau Wi-Fi bisa diubah menjadi kelas virtual.

Untuk belajar, siswa hanya perlu login dan menuju “kelas” milik sang guru. Kemudian, dia bisa mengisi absen dan menerima pelajaran layaknya di kelas sungguhan.

Materi pelajaran diberikan melalui live dan voice broadcast. Untuk memudahkan interaksi antara siswa dengan guru atau sesama siswa, ada fitur group chat dan voice chat. Jika siswa ingin mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaan guru, ada fitur hand up. Otomatis, ikon bertulisan namanya akan berkedip di layar monitor laptop sang guru.

Selain itu, terdapat fitur quiz & test yang digunakan untuk mentransfer soal ujian pada Classmate PC milik setiap siswa. Selanjutnya, siswa bisa mengumpulkan jawaban soal ujian atau tugas kepada guru dengan fitur submit file.

Ada pula satu fasilitas unik. Jika ada siswa ribut di kelas, guru bisa menyuruh diam dengan fitur silence. Jika perintah itu ditujukan untuk seorang anak, seluruh layar Classmate PC-nya otomatis berubah menjadi hitam dan ada tulisan “silence”. Harga satu unit Classmate PC sekitar USD 250 atau sekitar Rp 2,35 juta. (rum/bs)



  • Asus Eco book, Casing Ramah Lingkungan dari Bambu

Selayaknya, apa bahan pembungkus yang pantas untuk sebuah laptop? Sebagian besar orang bisa dipastikan menjawab plastik dan besi. Tapi, Taiwan Asustek Computer Inc punya pendapat sendiri. Mereka lebih memilih bambu. Ya, bahan alami tersebut akan direalisasikan pada notebook baru mereka.

Bahan pembungkus utama laptop yang juga disebut Asus Eco book itu terdiri atas bambu. Ternyata, Asus tidak hanya membuat sensasi dengan terobosan tersebut. Mereka punya tujuan untuk membuat produk yang ramah lingkungan. Meski, alat perekatnya, seperti lem, masih berpotensi mengandung racun.

Komputer jinjing berbahan casing bambu tersebut memang masih prototipe. Asus Taiwan belum akan memasarkan ke masyarakat dalam waktu dekat. Sekarang, laptop itu masih dalam tahap pengujian.

Sedang diuji, apakah bahan alami tersebut tidak mengganggu kinerja computing. Terutama, pengujian tentang ketahanan panas terhadap microprocessors.

“Kami mencoba memproduksi laptop dengan gaya berbeda. Jika berhasil, kami terus berinovasi untuk membuat barang dari bahan alami. Sebuah langkah bagus untuk semakin ramah terhadap lingkungan,” ujar Cher Chronis, director of marketing communication untuk Asus Computer International di Taipei.

Ternyata, gerakan back to nature itu diikuti oleh beberapa produsen lain. Dell dan Lenovo akan mengurangi PVC dan bahan potensi racun dalam produknya. Langkah tersebut coba diwujudkan pada 2009. Apple juga melakukan hal serupa. Mereka tidak akan memasukkan PVC dalam daftar bahan produk.

Apple dan Dell juga punya rencana mendaur-ulang beberapa produknya yang diduga tidak ramah lingkungan. Hewlett Packard juga akan merecycle beberapa produknya pada akhir tahun ini.

Sebenarnya, terobosan ramah lingkungan dari Asus ini bukan yang kali pertama. Sebelumnya, Targus pernah melakukan pada laptop buatannya. Kasing plastik buatan Targus mudah di daur ulang. Bahan-bahan pembuatnya juga aman dari nikel dan PVC.



  • Asus Nova P22 - Spek Canggih, Bentuk Imut

Asus makin memantapkan posisi jualnya di pasar hardware berukuran mini. Setelah sukses dengan laptop seri Eee yang ukuran layarnya hanya 7 inci, baru-baru ini pabrikan komputer asal Taiwan itu merambah kategori micro-PC, dengan Asus Nova P22.

Dengan tinggi hanya 2 inci, volume total Nova P22 hanya sebesar 2 liter. Tampilannya pun cukup imut, bewarna dominan putih dengan garis berwarna oranye melingkari bagian atas badan PC.

Digadang-gadang jadi pesaing kuat Mac Mini, fasilitas yang ditanamkan dalam Nova P22 pun sebanding dengan mini hardware keluaran Apple itu. Menggunakan prosesor Core 2 Duo E6320, serta slot-load optical drive.

Kapasitas RAM-nya 1 GB, dengan daya tampung 160 GB, lebih besar daripada kapasitas standar memori Mac Mini keluaran terbaru yang hanya 120 GB. Kecepatan prosesornya 1.86 GHz dengan 1.06 GHz front side bus. Jauh lebih unggul dari kecepatan prosesor standar Mac Mini yang hanya 1.83 GHz sebelum di-upgrade.

Sayang, untuk urusan harga, Asus Nova P22 belum bisa mengalahkan Mac Mini. Satu unit PC micro ini dijual seharga USD 1,019 atau sekitar Rp 9,6 juta. Sedangkan Mac Mini dibanderol mulai USD 599 atau sekitar Rp 5,6 juta


  • Panasonic Toughbook Y7, T7 dan W7 - Buat Yang Sering Ceroboh


Panasonic Toughbook seri Y7, T7 dan W7 didesain untuk mencegah kecerobohan yang sering dilakukan seorang manusia. Mereka yang bekerja dengan data yang sensitif terkadang cenderung menjatuhkan laptop, menumpahkan minuman dan juga kecorohan lainnya.

Laptop seri Y7, T7 dan W7 tadi memang cocok sekali buat mereka yang ceroboh. LCD-nya terbuat dari bahan khusus yang tak akan pecah meski terinjak sekalipun. Selain itu, Toughbook ini mampu bertahan meski cairan sebanyak 6 ons tumpah di atasnya.

Ketiga seri ini, mempunyai feature 1.6GHz Intel Core 2 Duo, memori RAM antara 1GB hingga 2GB, bluebooth, SD card slot dan hard drive sebesar 80GB. Buat yang ‘mobile’, semuanya bisa wireless.

Yang sedikit berbeda hanyalah bentuknya saja. Layar seri Y7 sebesar 14,1 inch, dengan berat hanya 3,7 lbs. Seri W7 hadir dengan layar sebesar 12 inch dengan berat lebih ringan yaitu 3 lbs.

Keduanya memiliki DVD Super Multi Drive yang mampu burning dalam jumlah yang banyak. Sedangkan seri T7 tampak lebih canggih. Dengan baterai yang bertahan hingga delapan jam, laptop ‘tablet’ ini bahkan dilengkapi dengan layar sentuh .

Harganya sekitar $2.100 untuk seri W7 dan T7, sedangkan seri Y7 dilepas ke pasaran seharga sekitar $2.400.


  • PC Linux Siap Saingi Laptop OLPC


Langkah program One Laptop Per Child (OLPC) untuk menyediakan laptop murah siap dihadang Everex. Mereka bakal meluncurkan PC (personal computer) Linux untuk jadi pesaing.

OLPC merupakan program untuk menyediakan laptop murah bagi anak-anak di negara berkembang. Semula laptop XO OLPC ini akan dipatok di kisaran harga US$100, tapi dalam perkembangan harganya terus merambat naik hingga mencapai US$200.

Hal inilah yang coba dimanfaatkan Everex untuk masuk ke segmen pasar PC murah dengan mengeluarkan PC Linux. PC World yang dikutip detikINET, Senin (5/11/2007) melansir, produk Everex ini rencananya akan dibanderol di bawah US$ 300.

Jatuhnya harga komponen komputer menjadi penyebab murahnya harga PC Linux ini. Sementara kenaikan harga RAM mampu diredam dengan turunnya harga mikroprosesor akibat persaingan antar vendor seperti Intel dan Advanced Micro Devices (AMD).

“Orang tentu lebih menyukai produk standar dengan harga yang hampir sama daripada memilih produk yang belum terjamin kualitasnya,” ujar Roger Kay, pendiri dan presiden Endpoint Technologies Associates.

Meski demikian, Ben Bajarin seorang analis dari Creative Strategies mengatakan, target konsumen dari dua produk ini sedikit berbeda. Laptop OLPC tidak ditujukan bagi konsumen di AS layaknya PC Linux Everex, melainkan lebih kepada konsumen di negara berkembang.

Tujuannya, agar anak-anak di negara berkembang memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar komputer. Sumber tenaga laptop ini pun disesuaikan dengan kondisi lingkungan, misalnya dengan menggunakan engkol, panel surya bahkan ada yang menggunakan generator bertenaga sapi.

Belum disebutkan dengan jelas spesifikasi detail serta kapan mulai beredarnya PC Linux besutan Everex ini di pasaran.

Sementara laptop OLPC dikabarkan telah menerima pesanan dari Peru, Uruguay serta Mongolia. Dalam hal ini, OLPC juga harus berhadapan dengan Classmate PC besutan Intel


  • VAIO Edisi Valentine Edisi Terbatas


Valentine adalah momen berbagi kasih dengan orang-orang terdekat. Yang sudah umum, memberi kado Valentine berupa cokelat atau bunga. Ingin beda? Coba berikan perangkat IT berupa laptop atau gadget. Sony menangkap momen tersebut dengan merilis edisi spesial Valentine untuk VAIO. Yakni, limited edition Red Collection untuk laptop seri CR 305.

VAIO seri Valentine ini terdiri atas sebuah laptop VAIO seri VGN-CR305E/RC, optical mouse seri VGP-UMS20/R, dan protecting case seri VGP-CKC2/R. Semuanya berwarna sangria red serta terkesan seksi dan elegan.

Dalam paket ini juga disertakan aksesori yang berupa gantungan kunci stylish seri MIHK dari rumah mode Dooney & Burke. Aksesori rancangan desainer Peter Dooney dan Frederic Bourke itu berupa serenceng gantungan kunci berbahan nikel dengan lapisan enamel.

Penggantungnya berupa logam berbentuk hati dengan tambahan hiasan tiga lempeng pipih yang juga berbentuk hati. Masing-masing berwarna pink, merah, dan biru dengan inisial DB (Dooney & Burke). Harga asli gantungan kunci ini saja USD 25 (setara Rp 230 ribu).

Spek laptopnya sangat mumpuni. Layarnya berukuran 14,1 inci, berteknologi XBRITE-ECO™, dan menggunakan OS Genuine Windows Vista® Home Premium dengan prosesor Intel® Pentium® Dual-Core T2330 (1.6GHz8). Fitur lain adalah RAM 1 GB yang berkapasitas simpan hard drive hingga 200 GB.

Kapabilitas multimedia didukung oleh 1.3 megapiksel MOTION EYE® webcam dan mikrofon. Baterainya menggunakan lithium-ion (VGP-BPS9/S). Jika baterai terisi penuh, laptop ini mampu beroperasi hingga 4,5 jam.

Sony VAIO VGN-CR305E/RC juga menggunakan chasis yang sangat tipis dan ringan. Sehingga, benar-benar nyaman untuk dibawa-bawa. Apalagi, jika pemakainya wanita.

Divisi sound didukung Sony® Sound Reality™ - Audio Enhancer. Untuk grafis, digunakan prosesor Mobile Intel® Graphics Media Accelerator X3100 dengan Intel® Clear Video Technology. Total graphic memory yang tersedia adalah 251MB.

Sepaket hadiah Valentine ini tersedia mulai 4 Februari 2008. Harga tiap paket adalah USD 999,99 atau sekitar Rp 9,2 juta. Menariknya, Sony menawarkan diskon sebesar USD 100 (setara Rp 920 ribu ) hingga 10 Februari mendatang. Tertarik?








Tidak ada komentar:

Posting Komentar